Mata Kuliah : Komunikasi Antar Pribadi
PENGENDALIAN
LINGKUNGAN SEBAGAI FUNGSI
KOMUNIKASI ANTAR
PRIBADI
Oleh:
Kelompok III
AHMAD HUSAIN
FAKULTAS DAKWAH DAN
KOMUNIKASI
UIN ALAUDDIN
MAKASSAR
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah
SWT, yang telah Memberikan pengetahuan kepada kita dan terus mencari
nilai-nilai kehidupan yang sejati nya adalah ridha ilahi. Shalawat dan salam
kepada nabi Muhammad SAW yang berjuang demi tegak nya nilai-nilai kemanusiaan.
Mahasiswa adalah emban masyarakat, amanah dari tuhan sehingga kita perlu
berakselerasi menuju nilai-nlai intelektualitas. Seorang mahasiswa yang
kemudian mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat, dengan
harapan tercapainya komunikasi Yang baik.
Pembaca yang budiman, makalah yang membahas
tentang Pengendalian Lingkungan sebagai fungsi Komunikasi antar pribadi, ini
saya susun tentunya dengan berbagai
sumber yang saya tuangkan dalam bentuk makalah. Saya mengharapakan semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua. Oleh karena itu, saran dan kritik yang sifat nya
membangun tetap saya nantikan demi
kesempurnaan Penulisan makalah saya ke depan.
Gowa-Samata, November 2018
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Kita telah sama
sama ketahui tentang bagaiman sejarah studi komunikasi antar pribadi ini secara
sekilas sejak awal tahun 1900-an. Demikian halnya dengan pengertian komunikasi
antar pribadi, bisa kita pahami dengan melihat dari definisi dan ciri cirinya.
Lalu apa fungsi komunikasi antar pribadi, sehingga mesti dipelajari? Nah, Makalah
ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pengendalian lingkungan sebagai
fungsi komunikasi antar pribadi, guna meminimalisir masalah – masalah yang
muncul ketika anda dihadapkan pada situasi yang berkaitan dengan komunikasi
antar pribadi.
Seperti yang kita
ketahui, menurut definisinya fungsi adalah tujuan dimana komunikasi digunakan
untuk mencapai tujuan tersebut. Fungsi utama komunikasi antarpribadi ialah
mengendalikan lingkungan guna memperoleh imbalan imbalan tertentu, berupa
fisik, ekonomi, maupun sosial. Sebagaimana yang telah dikemukakan, bahwa
komunikasi insani atau human communication baik yang antar pribadi maupun yang
non-antarpribadi, semuanya menggunakan pengendalian lingkungan guna mendapatkan
imbalan berbentuk fisik, ekonomi, atau sosial. Keberhasilan yang relatif dalam melakukan
pengendalian lingkungan melalui komunikasi, menambah kemungkinan hidup menjadi
bahagia, bahkan menjadi kehidupan yang lebih produktif.
Hal yang dimaksudkan dengan imbalan ialah,
setiap akibat berupa perolehan fisik, ekonomi, dan sosial dinilai sebagai hal
positif. Uang sebagai akibat perolehan ekonomi yang dinilai positif. Jika
seorang pegawai berhasil mengendalikan atasannya, seperti rajin, prestasi kerja
baik, berprilaku jujur, maka menurut logikanya ia akan mendapatkan kenaikan
upah atau gaji, karna ia mampu mengendalikan lingkungan kerjanya. Inilah yang
disebut imbalan dalam bentuk ekonomi berupa uang. Ada dua tingkatan mengenai
pengendalian lingkungan menurut Miller & Steinberg, yaitu pengendalian
lingkungan melalui compliance, dan pengendalian lingkungan melalui penyelesaian
konflik.
Pengendalian
lingkungan melalui compliance menjelaskan bahwa, Compliance akan terjadi apabila perilaku satu
atau lebih individu sesuai dengan keinginan pihak lain. Pada situasi ini
komunikasi dimana compliance mewakili tingkat dan pengendalian lingkungan yaitu
apa yang diinginkan dan hasil yang diperoleh benar benar sama. Contoh
compliance dalam kehidupan sehari hari misalnya, bila Anda sudah masuk kamar
mandi tetapi lupa bawa handuk, maka Anda tinggal berteriak ke pembantu supaya
mengambilkan handuk. Pembantu pasti akan mengambulkan permintaan Anda. Bila
tuan rumah kedatangan tamu yang merupakan seorang sahabat, tinggal memberi tahu
pembantu membuatkan minuman. Bila atasan dikantor minta kepada bawahannya untuk
mengambilkan sesuatu, dengan senang hati bawahannya akan melakukannya.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana Fungsi Komunikasi antar pribadi
2.
Pengaruh pengendalian lingkungan bagi perkembangan
komunikasi antar pribadi.
3.
Peranan Komunikasi antar pribadi
4.
Bagaimana jenis dan proses pengendalian lingkungan
sebagai fungsi komunikasi antar pribadi.
C. Tujuan Penulisan
Makalah
ini dibuat dengan tujuan agar pembaca mengetahui dan memahami maksud dari
beberapa pengertian komunikasi antar pribadi,tujuan dan jenis dari komunikasi antar pribadi dan juga mempermudah
memahami pengendalian lingkungan sebagai fungsi komunikasi antar pribadi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Komunikasi Antar Pribadi
Komunikasi antar pribadi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan
antara dua orang atau di antara sekelompok kecil orang, dengan beberapa efek
dan beberapa umpan balik seketika. Di dalam suatu masyarakat, Komunikasi
antarpribadi adalah komunikasi yang dilakukan antara seseorang dengan orang
lain dalam suatu masyarakat maupun organisasi (bisnis dan nonbisnis),dengan
menggunakan media komunikasi tertentu dan bahasa yang mudah dipahami
(informal).
Komunikasi antar pribadi sesungguhnya baru
akan tercipta kalau terdapat kesadaran dari dua pihak untuk mengamati keadaan
masing-masing pihak dan memberikan respon atas keadaan tersebut sebagaimana
sifat komunikasi, maka hubungan yang terjadi ditandai dengan adanya sikap
saling memperhatikan, saling memahami, penuh pengertian dan keakraban.
Pemahaman yang dimaksud tidak hanya terjadi pada materi komunikasi, tetapi juga
pada pemahaman terhadap keunikan pribadi masing-masing.
Selanjutnya, terdapat beberapa definisi
komunikasi antarpribadi menurut beberapa ahli lain, diantaranya adalah:
Jurgen Ruesch dan Gregory Beteson ( dalam
Lawrence dan Salman, 1997:49) mengatakan demikian “komunikasi antar pribadi
ditandai oleh adanya tindakan pengungkapan oleh seseorang pengamatan secara
sadar ataupun tidak terhadap tindakan yang dilakukan oleh pihak lain, dan
kemudian melakukan kembali bahwa tindakan yang pertama sudah diamatai oleh
pihak lain. Kesadaran akan pengamatan merupakan kejadian yang mengisyaratkan
terciptanya jalinan antar-pribadi.
a.
Menurut Joseph A.Devito dalam bukunya The Interpersonal
Communication Book (Devito, 1989:4), komunikasi antarpribadi adalah proses
pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau di antara
sekelompok kecil orang-orang, dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik
seketika (the process of sending and receiving messages between two persons, or
among a small group of persons, with some effect and some immediate feedback).
b.
Menurut Rogers dalam Depari, komunikasi antarpribadi
merupakan komunikasi dari mulut ke mulut yang terjadi dalam interaksi tatap
muka antara beberapa pribadi.
c.
Tan mengemukakan bahwa komunikasi antarpribadi adalah
komunikasi tatap muka antara dua orang atau lebih. (Liliweri, 1991: 12)
Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang menimbulkan efek tertentu sesuai
dengan tujuan yang diharapkan oleh komunikator.
Berdasarkan uraian di atas, maka komunikasi
antar pribadi dapat didefinisikan sebagai proses hubungan yang tercipta, tumbuh
dan berkembang antara individu yang satu
dengan individu lain dengan gayanya sendiri menyampaikan pesan kepada
yang lain sedangkan yang satu dengan gayanya sendiri menerima pesan dari
sumber.
B. Fungsi Komunikasi
Komunikasi antar pribadi juga memiliki fungsi
sebagai karakteristik disiplin lmu komunikasi.Menurut definisnya,
fungsi adalah sebagai tujuan dimana komunikasi
digunakan untuk mencapai
tujuan tersebut.Fungsi utama komunikasi adalah
mengendalikan lingkungan guna
memperoleh imbalan – imbalan
tertentu berupa fisik,
ekonomi dan sosial.Keberhasilan yang
relatif dalam pengendalian
lingkungan melalui
komunikasi menambah kemungkinan
menjadi bahagia, kehidupan pribadi yang
produktif.
Berikut
merupakan fungsi komunikasi
antar pribadi.:
1.
Pengendalian lingkungan melalui compliance
Compliance
merupakan hasil yang
diperoleh sesuai dengan apa
yang diinginkan. Compliance
terjadi apabila perilaku satu
atau lebih individu sesuai dengan keinginan pihak lain. Pada
situasi komunikasi dimana
compliance mewakili tingkat dari
pengendalian lingkungan yakni
apa yang diinginkan dan hasil
yang diperoleh komunikator benar – benar sama.
Karena kemampuan untuk
mengendalikan banyak hal dari lingkungan eksternal yang sebagian
besar bergantung pada kesediaan pihak lain untuk mengabulkan permintaan
seseorang berupa pesan, oleh
sebab itu compliance
merupakan fungsi komunikasi yang
amat penting.
2.
Pengendalian melalui penyelesaian konflik
Penyelesaian
konflik terjadi apabila
dua atau lebih pihak
yang bersaing mencapai
penyelesaian tentang alokasi beberapa sumber
yang bersifat fisik
ekonomi dan sosial.
Penyelesaian nya dinilai secara
relatif adil oleh
pihak yang bersaing. Nyatanya
situasi semacam itu
mengharuskan para
komunikator menerima sesuatu
kurang dari apa
yang seharusnya. Jadi apa
yang ia terima
tidak sesuai dengan
apa yang dia inginkan.
Tidak satupun pihak
yang benar benar berhasil dalam
melakukan pengendalian lingkungan. Kecuali pihak pihak
yang berselisih setuju
bahwa penyelesaian atau solusi relatif adil, bahwa perselisihan
belum diselesaikan tetapi diredakan atau dikendalikan.Dalam hal ini, forced
compliance bisa digunakan sebagai
alat untuk mengendalikan konflik.Jarang kalaupun ada
pihak yang dipaksa untuk tunduk dan menganggap
solusi itu adil.
Meskipun konflik itu
untuk sementara dapat diredakan
atau dikendalikan, agaknya
akan timbul gejolak
C. Karakteristik
Komunikasi Antarpribadi
Judy C. Pearson (1983) menyebutkan enam
karakteristik komunikasi antarpribadi yaitu :
1.
Komunikasi antarpribadi dimulai dengan diri pribadi
(self).
Berbagai persepsi
komunikasi yang menyangkut pengamatan dan pemahaman berangkat dari dalam diri
kita, artinya dibatasi oleh siapa diri kita dan bagaimana pengalaman kita.
Contoh : ketika kita berbicara dengan orang lain, maka kita akan mengungkapkan
apa yang kita persepsikan
2.
Komunikasi antarpribadi bersifat transaksional.
Anggapan ini
mengacu pada tindakan pihak-pihak yang berkomunikasi secara serempak
menyampaikan dan menerima pesan. Contoh : ketika dua orang sedang
berkomunikasi, tentu adanya saling bertukar pikiran, perasaan dll.
3.
Komunikasi antarpribadi mencakup aspek-aspek isi pesan
dan hubungan antarpribadi.
Maksudnya
komunikasi antarpribadi tidak hanya berkenaan dengan isi pesan yang
dipertukarkan, tetapi juga melibatkan siapa partner komunikasi kita dan
bagaimana hubungan kita dengan partner tersebut. Contoh : hubungan
persahabatan, keluarga, rekan kerja, teman bermain dll.
4.
Komunikasi antarpribadi mensyaratkan adanya kedekatan
fisik antara pihak-pihak yang berkomunikasi. Contoh : A dan B ketika berdialog
selalu berdekatan supaya bisa di dengar.
5.
Komunikasi antarpribadi melibatkan pihak-pihak yang
saling tergantung satu dengan lainnya (interdependen) dalam proses komunikasi.
Contoh : dialog antara A dan B satu sama lain saling bergantungan
6.
Komunikasi antarpribadi tidak dapat diubah maupun
diulang.
Jika kita salah menguapkan sesuatu kepada
partner komunikasi kita, mungkin kita dapat minta maaf dan diberi maaf, tetapi
itu tidak berarti menghapus apa yang pernah kita ucapkan. Demikian pula kita
tidak dapat mengulang suatu pernyataan dengan harapan untuk mendapatkan hasil
yang sama, karena dalam proses komunikasi antar manusia, hal ini akan sangat
tergantung dari respons partner komunikasi kita.
D. Proses-proses komunikasi antarpribadi :
Komunikasi Antar Pribadi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan
antara dua orang, atau diantara sekelompok kecil orang-orang dengan beberapa
efek dan beberapa umpan balik seketika apabila kita perhatikan batasan
Komunikasi Antar Pribadi dari Devito, maka kita dapat melihat elemen-elemen apa
saja yang terkandung di dalamnya. Dengan menguraikan elemen-elemen yang ada
itu, dapatlah diuraikan proses-proses Komunikasi Antar Pribadi, yaitu :
1. Pesan
Yang dimaksud dengan pesan adalah semua
bentuk komunikasi baik verbal maupun non verbal. Bentuk pesan dapat bersifat,
Informatif memberi keterangan dan komunikan membuat persepsi sendiri. Persuasif
atau bujukan untuk membangkitkan pengertian, kesadaran, sehingga terjadi
perubahan pada perdapat atau sikap. Koersif memaksa dengan ancaman
sanksi, biasanya berbentuk perintah. Adanya orang-orang atau sekelompok kecil
orang-orang yang dimaksud disini adalah bahwa apabila seseorang berkomunikasi,
paling sedikit akan melibatkan dua orang, tapi mungkin juga akan melibatkan
sekelompok kecil orang.
2. Penerimaan Pesan
Adanya penerimaan pesan (komunikan) ialah
bahwa dalam suatu Komunikasi antar pribadi, tentu pesan-pesan yang dikirimkan
oleh seseorang harus dapat diterima oleh orang lain. Misalnya kita berbicara
dengan seseorang yang sedang memakai telepon dan mendengarkan musik tertentu,
sudah tentu komunikasi kita akan sukar atau tidak dapar diterima oleh orang
tersebut. Dengan demikian Komunikasi Antar Pribadi tidak akan terjadi.
3. Efek
Adanya Efek dalam suatu komunikasi tentu akan
terjadi beberapa efek. Efek mungkin berupa suatu persetujuan mutlak atau
ketidak setujuan mutlak, atau mungkin berupa pengertian mutlak atau
ketidak-mengertian mutlak pula. Dengan demikian sipenerima tentu akan
terpengaruh pula oleh pengiriman pesan oleh komunikator.
4. Umpan Balik
Adanya umpan balik adalah pesan yang dikirim
kembali oleh si penerima, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Apabila
komunikasi itu tatap muka, maka umpan balik bisa berupa kata-kata, kalimat,
gerakan mata, senyum, anggukan kepala atau gelengan kepala. Konsep umpan balik
ini dalam proses Komunikasi Antar Pribadi amat penting, karena dengan
terjadinya umpan balik, komunikator mengetahui apakah komunikasinya berhasil
atau gagal, dengan kata lain apakah umpan baliknya itu positif atau negatif.
Bila positif, ia patut gembira, sebaliknya jika negatif menjadi permasalahan,
sehingga ia harus mengulangi lagi dengan perbaikan gaya komunikasinya sampai
menimbulkan umpan balik positif.
Hal diatas saling berhubungan dan bila salah
satu diantaranya terlupakan, maka dapat mengakibatkan komunikasi berjalan
lambat. Dengan begitu, tujuan pesan terhambat atau bahkan dapat
mengakibatkan tidak tercapainya sasaran
seperti yang diharapkan komunikator.
E. Jenis-jenis
Komunikasi Antar Pribadi :
Secara teoritis komunikasi antarpribadi
diklasifikasikan menjadi dua jenis
menurut sifatnya (Effendy, 2003) yaitu :
1.
Komunikasi diadik (dyadic communication)
Komunikasi diadik adalah komunikasi antar
pribadi yang berlangsung antara dua orang
yakni seorang adalah komunikator yang menyampaikan pesan dan seorang
lagi komunikan yang menerima pesan. Oleh karena perilaku komunikasinya dua
orang, maka dialog yang terjadiberlangsung secara intens. Komunikator
memusatkan perhatiannya hanya kepada diri komunikan.Situasi komunikasi seperti
itu akan nampak dalam komunikasi triadik atau komunikasi kelompok, baik
kelompok dalam bentuk keluarga maupun dalam bentuk kelas atau seminar.
Dalam suatu kelompok terdapat kecenderungan
terjadinya pemilihan interaksi seseorang dengan seseorang yang mengacu kepada
apa yang disebut primasi diadik (dyadic primacy) (Devito, 1979) yang dimaksudkan dengan
primaci diadik ini ialah setiap dua orang dari sekian banyak dalam kelompok itu
yang terlihat dalam komunikasi
berdasarkan kepentingan masing-masing.
2.
Komunikasi triadik (triadic communication)
Komunikasi triadik ini adalah komunikasi
antarpribadi yang pelakunya terdiri dari tiga orang, yakni seorang komunikator
dan dua orang komunikan. Jika misalnya A yang menjadi komunikator , maka ia
pertama-tama menyampaikan kepada komunikan B, kemudian kalau dijawab atau
ditanggapi , beralih kepada komunikan C, juag secara berdialogis. Apabila
dibandingkan dengan komunikasi diadik, maka komunikasi diadik lebih efektif,
karena komunikator memusatkan perhatiannya kepada seorang komunikan, sehingga
ia dapat menguasai frame of reference
komunikan sepenuhnya, juga umpan balik
yang berlangsung kedua faktor yang sangat berpengaruh terhadap efektif
tidaknya proses komunikasi.
Walaupun demikian dibandingkan dengan
bentuk-bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi kelompok dan komunikasi
massa, komunikasi triadik karena merupakan komunikasi antarpribadi lebih efektif dalam kegiatan mengubah sikaf,
opini, atau prilaku komunikan (Effendy,
2003).
F. Tujuan Komunikasi Antarpribadi
Tujuan komunikasi antarpribadi antara lain
sebagai berikut :
1.
Menyampaikan informasi
Ketika berkomunikasi dengan orang lain ,
tentu saja seseorang memiliki berbagai macam tujuan dan harapan. Salah satu
diantaranya adalah untuk menyampaikan informasi kepada orang lain agar orang
lain tersebut dapat mengetahui informasi tersebut. Contoh : seorang mahasiwa
yang sudah kuliah akan memberikan informasi perkuliahan dan beasiswa kepada
adik kelasnya.
2.
Berbagi pengalaman
Dengan komunikasi antarpribadi juga memiliki
fungsi atau tujuan untuk berbagi pengalaman baik itu pengalaman yang
menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Contoh : ketika si A telah belajar
di luar negeri, dia akan menceritakan dan berbagi pengalaman yang di alaminya
selama di luar negeri
3.
Menumbuhkan simpati
Misalnya ketika seorang bercerita tentang
permasalahan yang sedang dihadapi kepada sahabatnya, maka akan tumbuh rasa
simpati dari sahabatnya kepadanya sehingga akan timbul rasa ingin membantu
untuk menyelesaikan permasalahannya.
4.
Melakukan kerja sama
Tujuan komunikasi antarprbadi yang lainnya
adalah untuk melakukan kerjasama antara seseorang dengan orang lain untuk
mencapai tujuan tertentu atau untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi
kedua belah pihak. Contoh : dalam tugas mata kuliah biasanya ada tugas kelompok
yang terdiri dari dua, tiga orang atau lebih. Maka dengan komunikasi maka akan
timbul kerjasama supaya dapat menyelesaikan tugas kelompoknya dengan baik.
5.
Menceritakan kekecewaan atau kekesalan
Komunikasi antarpribadi juga dapat digunakan
seseorang untuk menceritakan rasa kecewa atau kekesalan pada orang lain. Dengan
pengungkapan rasa hati itu, sedikit banyak akan mengurangi beban pikiran.
Kadang disebut dengan plong ketika telah bercerita apa yang selama ini
dipendam. Contoh : seorang anak akan curhat kepada ibunya tentang apa yang
dirasakannya, baik itu rasa kekecewaan atau kekesalan terhadap temannya di
sekolah.
6. Menumbuhkan
motivasi
Melalui komunikasi antarpribadi, seseorang
dapat memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu yang baik dan positif.
Motivasi adalah dorongan kuar dari dalam diri seseorang untuk melakukan
sesuatu. Pada dasarnya, seseorang cenderung untuk melakukan sesuatu karena
dimotivasi orang lain dengan cara-cara seperti pemberian insentif yang bersifat
financial maupun non financial, memberikan pengakuan atas kinerjanya ataupun
memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi. Contoh : ketika
seorang sahabat mendengarkan keluhan temannya, maka sahabat itu akan terus
mensupport dan memberi motivasi kepada temannya untuk tetap teguh, sabar dan
kuat dalam menghadapi permasalahannya.
G. Efektifitas Komunikasi Antar Pribadi
Komunikasi antarpribadi merupakan komunikasi
paling efektif untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang. Setelah
kita memahami pengertian komunikasi antarpribadi, dalam perjalanannya antara
komunikasi antarpribadi kepada sebuah konsep diri sebaiknya kita memberikan
sedikit pemarapan tentang ciri komunikasi antarpribadi yang efektif menurut
Kumar (Wiryanto, 2005: 36) dan De vito (Sugiyo, 2005: 4) adalah sebagai berikut
:
1.
Keterbukaan (Opennes)
Sikap keterbukaan paling tidak menunjuk pada
dua aspek dalam komunikasi antarpribadi. Pertama, kita harus terbuka pada orang
lain yang berinteraksi dengan kita, yang penting adalah adanya kemauan untuk
membuka diri pada masalah-masalah yang umum, agar orang lain mampu mengetahui
pendapat, gagasan, atau pikiran kita sehingga komunikasi akan mudah dilakukan.
Dari keterbukaan menunjuk pada kemauan kita
untuk memberikan tanggapan terhadap orang lain secara jujur dan terus terang
terhadap segala sesuatu yang dikatakannya.
Keterbukaan atau sikap terbuka sangat
berpengaruh dalam menumbuhkan komunikasi antarpribadi yang efektif. Keterbukaan
adalah pengungkapan reaksi atau tanggapan kita terhadap situasi yang sedang
dihadapi serta memberikan informasi tentang masa lalu yang relevan untuk
memberikan tanggapan kita di masa kini tersebut.
Johnson Supratiknya, (1995: 14) mengartikan
keterbukaan diri yaitu membagikan kepada orang lain perasaan kita terhadap
sesuatu yang telah dikatakan atau dilakukan, atau perasaan kita terhadap
kejadiankejadian yang baru saja kita saksikan.Secara psikologis, apabila
individu mau membuka diri kepada orang lain, maka orang lain yang diajak bicara
akan merasa aman dalam melakukan komunikasi antarpribadi yang akhirnya orang
lain tersebut akan turut membuka diri.
2.
Positif (Positiveness)
Memiliki perilaku positif yakni berpikir
positif terhadap diri sendiri dan orang lain.
Rasa positif merupakan kecenderungan
seseorang untuk mampu bertindak berdasarkan penilaian yang baik tanpa merasa
bersalah yang berlebihan, menerima diri sebagai orang yang penting dan bernilai
bagi orang lain, memiliki keyakinan atas kemampuannya untuk mengatasi
persoalan, peka terhadap kebutuhan orang lain, pada kebiasaan sosial yang telah
diterima. Dapat memberi dan menerima pujian tanpa pura-pura memberi dan
menerima penghargaan tanpa merasa bersalah.
Sugiyo (2005: 6) mengartikan bahwa rasa
positif adalah adanya kecenderungan bertindak pada diri komunikator untuk
memberikan penilaian yang positif pada diri komunikan. Dalam komunikasi
antarpribadi hedaknya antara komunikator dengan komunikan saling menunjukkan sikap
positif, karena dalam hubungan komunikasi tersebut akan muncul suasana
menyenangkan, sehingga pemutusan hubungan komunikasi tidak dapat terjadi.
Rahmat (2005: 105) menyatakan bahwa sukses komunikasi antarpribadi banyak
tergantung pada kualitas pandangan dan perasaan diri; positif atau negatif.
Pandangan dan perasaan tentang diri yang positif, akan lahir pola perilaku
komunikasi antarpribadi yang positif pula. Contoh : dalam berkomunikasi antar
individu selalu berlaku jujur dan selalu berperasangka baik terhadap orang yang
di ajak komunikasi.
3.
Kesamaan (Equality)
Keefektifan komunikasi antarpribadi juga
ditentukan oleh kesamaan-kesamaan yang dimiliki pelakunya. Seperti nilai,
sikap, watak, perilaku, kebiasaan, pengalaman, dan sebagainya. Contoh : seorang
siswa SMP akan lebih bisa terbuka kepada teman sebayanya di bandingkan kepada
kakak atau adik kelasnya. Contoh lain
seperti murid laki-laki dan murid perempuan sama derajat dan kedudukannya di
sekolah adalah sebagai siswa, maka tidak ada perbedaan yang mengakibatkan salah
satunya merasa terdiskriminasi.
Kesetaraan merupakan perasaan sama dengan
orang lain, sebagai manusia tidak tinggi atau rendah, walaupun terdapat
perbedaan dalam kemampuan tertentu, latar belakang keluarga atau sikap orang
lain terhadapnya. Rahmat (2005: 135) mengemukakan bahwa persamaan atau
kesetaraan adalah sikap memperlakukan orang lain secara horizontal dan
demokratis, tidak menunjukkan diri sendiri lebih tinggi atau lebih baik dari
orang lain karena status, kekuasaan, kemampuan intelektual kekayaan atau
kecantikan. Dalam persamaan tidak mempertegas perbedaan, artinya tidak
mengggurui, tetapi berbincang pada tingkat yang sama, yaitu mengkomunikasikan
penghargaan dan rasa hormat pada perbedaan pendapat merasa nyaman, yang
akhirnya proses komunikasi akan berjalan dengan baik dan lancar.
4.
Empati (Empathy)
Empati adalah kemampuan seseorang untuk menempatkan
dirinya pada posisi atau peranan orang lain. dalam arti bahwa seseorang secara
emosional maupun intelektual mampu memahami apa yang dirasakan dan dialami
orang lain. Contoh : Dua jurnalis yang dikirim pada suatu kasus sosial. Dua
jurnalis ini sama-sama memiliki ilmu yang hebat dalam jurnalistik. Pembedanya
adalah, salah satu jurnalistik ini hanya terpaku pada pedoman jurnalistik tanpa
mempedulikan keadaan lingkungan sekitar, karena itu informasi yang ia peroleh
hanyalah berasal dari orang-orang yang benar-benar mau bekerja sama dengannya.
Berbeda dengan jurnalis lainnya. Ia berusaha mendekatkan diri pada korban,
keluarga korban, dan kerabat dekatnya, ia juga merasakan hal yang sama
dirasakan oleh korban, karena itu bagi keluarga korban dan kerabat-kerabatnya,
jurnalis tersebut merupakan teman yang baik, dan bisa untuk berbagi kesedihan.
Inilah perbedaan mendasar dari dua orang jurnalis dengan sudut pandang hati
nurani.
5.
Dukungan (Supportiveness)
Komunikasi antarpribadi akan efektif bila
dalam diri seseorang ada perilaku supportif. Maksudnya satu dengan yang lainnya
saling memberikan dukungan terhadap pesan yang disampaikan. Contoh : ketika dua
orang sahabat mengikuti tes masuk perkuliahan, maka satu sama lain akan
memberikan dukungan supaya keduanya diterima di universitas yang diinginkannya.
Dalam komunikasi antarpribadi diperlukan
sikap memberi dukungan dari pihak komunikator agar komunikan mau berpartisipasi
dalam komunikasi. Hal ini senada dikemukakan Sugiyo (2005: 6) dalam komunikasi
antarpribadi perlu adanya suasana yang mendukung atau memotivasi, lebih-lebih
dari komunikator. Rahmat (2005 :133) mengemukakan bahwa “sikap supportif adalah
sikap yang mengurangi sikap defensif”. Orang yang defensif cenderung lebih
banyak melindungi diri dari ancaman yang ditanggapinya dalam situasi komunikan
dari pada memahami pesan orang lain.Maka dalam hal ini komunikasi antar
personal akan berjalan secara efektif bila komunikan dan komunikator saling
menyukai atau dengan kata lain tertanam hubungan emosional yang kuat dan
baik.
Hal-hal yang Mempengaruhi Komunikasi Antar
Pribadi:
Jalaludin Rakhmat (1994) meyakini bahwa
komunikasi antarpribadi dipengaruhi oleh persepsi interpersonal; konsep diri;
atraksi interpersonal; dan hubungan interpersonal.
a.
Persepsi interpersonal
Persepsi adalah memberikan makna pada stimuli inderawi,
atau menafsirkan informasi inderawi. Persepi interpersonal adalah memberikan
makna terhadap stimuli inderawi yang berasal dari seseorang(komunikan), yang
berupa pesan verbal dan nonverbal.
b.
Konsep diri
Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang
diri kita. Konsep diri yang positif, ditandai dengan lima hal, yaitu: a. Yakin
akan kemampuan mengatasi masalah; b. Merasa stara dengan orang lain; c.
Menerima pujian tanpa rasa malu; d. Menyadari, bahwa setiap orang mempunyai
berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui oleh
masyarakat; e. Mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan
aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubah.
c.
Atraksi interpersonal
adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya
tarik seseorang. Komunkasi antarpribadi dipengaruhi atraksi interpersonal dalam
hal:
1)
Penafsiran pesan dan penilaian. Pendapat dan penilaian
kita terhadap orang lain tidak semata-mata berdasarkan pertimbangan rasional,
kita juga makhluk emosional. Karena itu, ketika kita menyenangi seseorang, kita
juga cenderung melihat segala hal yang berkaitan dengan dia secara positif.
Sebaliknya, jika membencinya, kita cenderung melihat karakteristiknya secara
negatif.
2)
Efektivitas komunikasi. Komunikasi antarpribadi
dinyatakan efektif bila pertemuan komunikasi merupakan hal yang menyenangkan
bagi komunikan.
d.
Hubungan interpersonal
Hubungan interpersonal dapat diartikan sebagai hubungan antara seseorang
dengan orang lain. Hubungan interpersonal yang baik akan menumbuhkan derajad
keterbukaan orang untuk mengungkapkan dirinya, makin cermat persepsinya tentang
orang lain dan persepsi dirinya, sehingga makin efektif komunikasi yang
berlangsung di antara peserta komunikasi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penjelasan diatas
dapat penulis simpulkan bahwa Peran
penting dari komunikasi dalam hubungan pribadi adalah bahwa hubungan pribadi
tidak dapat terpisahkan dengan komunikasi karena dapat dinyatakan semakin baik
suatu hubungan pribadi, semakin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya,
semakin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi akan dirinya sendiri
sehingga semakin efektif komunikasi yang berlangsung diantara komunikan.
Efektifitas
komunikasi diawali oleh motivasi dari masing-masing individu. Pesan yang
disampaikan harus mampu dimengerti, dipersepsi dan mampu menghasilkan reaksi (action) atau komunikasi
antarpribadi dikatakan sukses apabila membuahkan hasil. Kualitas pesan yang
disampaikan mempengaruhi efektifitas komunikasi baik secara verbal dan
nonverbal. Konsep diri dari masing-masing individu yang berinteraksi menjadi point
yang sangat penting dalam tercapainya efektifitas komunikasi. Namun perlu
ditekankan bahwa tidak selamanya prinsip komunikasi efektif yang berhubungan
dengan teori ekonomi bisa diaplikasikan, karena materi bukanlah segalanya, ada
faktor-faktor lain yang sangat berpengaruh terhadap efektifitas komunikasi.
B. Saran
Penulis menyadari bahwa
penyusunan makalah ini memiliki kekurangan. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Adapun harapan saya
dengan di kritiknya makalah ini, dapat
di jadikan sumber rujukan sebagai penunjang penulisan makalah saya lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Liliweri, Alo.,
1991. Komunikasi Antarpribadi, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti,
Deddy Mulyana, 2005, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung: Remaja
Rosdakarya.
http://khasanatullidayati.blogspot.co.id/2014/08/v-behaviorurldefaultvmlo.html
H. Hafied Canggara, Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta : PT Raja
Grafindo Persada, 2004
Pengertian Komunikasi, Tujuan, Fungsi dan Syarat-Syaratnya, artikel
diakses dari http://www.artikelsiana.com/2015/02/pengertian-komunikasi-tujuan-fungsi-manfaatnya.
Sifat Komunikasi Antarpribadi, artikel diakses dari
http://www.binasyifa.com/ 29/ 61/ 6 /sifat-komunikasi-antarpribadi.
Hafied Canggara, Pengantar Ilmu Komunikasi
